Tidak bisa dipungkiri, kemajuan teknologi memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Banyak pekerjaan yang dahulu sulit dilakukan, kini menjadi dapat dengan mudah diselesaikan dengan bantuan teknologi.

Salah satu yang paling banyak membantu kehidupan manusia adalah teknologi robot. Di berbagai belahan bumi, mulai banyak tercipta robot-robot beragam bentuk yang menjamah hampir seluruh rana kehidupan manusia.

Di antara teknologi robot tersebut, ternyata ada yang mampu membuat orang-orang difabel, baik dari bawaan lahir atau akibat kecelakaan menjadi bisa bergerak layaknya orang normal.

Dengan teknologi tersebut, orang-orang difabel tersebut juga tidak sebatas bisa bergerak layaknya orang normal, tetapi juga bisa melakukan berbagai kegiatan. Salah satunya adalah berolahraga dan mengikuti kompetisi olahraga.

Dan pada Oktober 2016 lalu, bertempat di Zurich, Swiss diadakan sebuah kompetisi olahraga bagi kaum difabel yang menggunakan teknologi robot bernama Cybathlon. Kompetisi ini dibentuk ETH Zurich, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan rekayasa ilmiah, bekerja sama dengan Swiss National Center of Competence in Robotics Research.

Para atlet Cybathlon akan berkompetisi dalam 6 kategori berbeda yaitu lomba komputer otak antarmuka (brain-computer interface), lomba sepeda stimulasi elektrik fungsional, lomba kaki prostetik, lomba rangka eksternal bertenaga (powered exoskeleton), lomba kursi roda bertenaga, dan lomba lengan palsu.

Sebagaimana yang sudah jelas sekarang, Cybathlon tidak punya batasan terkait bantuan teknologi yang diperoleh para atlet difabel dari peralatan prostetik mereka.