Sebuah robot keamanan diduga bunuh diri. Dia ditemukan tertelungkup di kolam dalam keadaan ‘tewas’.

Peristiwa itu sungguh terjadi di sebuah gedung perkantoran di Washington, Amerika Serikat. Robot bernama K5 itu adalah buatan perusahaan Knightscope.

Robot yang sering dipanggil Steve itu sudah ‘kaku’ di kolam dan mengejutkan para penghuni gedung tersebut. Namun tidak ada saksi apakah dia benar-benar ‘bunuh diri’ atau dijatuhkan seseorang.

Ada kemungkinan sang robot berjalan ke arah yang salah dan akhirnya tenggelam. Para karyawan pun ramai berkomentar.

“Kantor kami mempunyai robot satpam. Tapi dia menenggelamkan dirinya. Kita dijanjikan mobil yang bisa terbang, tapi ini malah kita mendapatkan robot bunuh diri,” tulis Bilal Farooqui, salah seorang karyawan di sana.

Perusahaan pembuatnya Knightscope akan melakukan penyelidikan. Si robot dibekali berbagai teknologi cukup canggih. Di antaranya sensor pengenal wajah, mampu merekam video kualitas tinggi dan sebagainya.

Sayangnya ia malah mati dengan cara yang tidak wajar. “Pertemuan terakhirku dengan Steve adalah Jumat kemarin. Kami teman baik, dia terlihat sehat dan bahagia,” tulis pegawai lain mengenang Steve.

K5 merupakan robot berbentuk kapal roket yang berdiri setinggi 5 kaki, yang dilengkapi dengan GPS, laser, sensor dan kamera, yang berfungsi untuk memantau lokasi.

Robot ini bertugas menemukan pelanggaran ringan serta dan mengidentifikasi pelaku kriminal. K5 mampu bergerak sejauh 3 mil per jam.

Perusahaan pembuat K5, Knightscope, mengaku sedang menyelidiki insiden tersebut. Sebelumnya, Qatar membuat kendaraan patroli polisi yang mengemudi sendiri.

Kesatuan tersebut menandatangani perjanjian dengan perusahaan OTSAW Digital dari Singapura untuk pengadaan sistem “autonomous outdoor security robot” O-R3 sebelum penghujung tahun ini.

Pihak OTSAW mengakui O-R3 sebagai robot keamanan luar ruang permukaan dan udara pertama di dunia.